Hari pemakaman IBU tlah berlalu. Pada tanggal 19 Januari 2000, musibah menimpa keluarga kami lagi. Ya.. hari itu kakakku Ahmad dinyatakan meninggal. Kesedihan kembali menyerang keluargaku,baru kemarin kepergian IBU sekarang sudah disusul Kakak ku. Setelah kejadian itu, aku di rawat oleh siapapun anggota keluargaku. Sepertinya mereka merasa kasihan melihatku. Karena pada saat itu hanya tinggal AYAH dan Kakak pertama ku yang masih kelas 2 SD. AYAH belum sanggup untuk merawatku sendirian. Lalu entah bagaimana ceritanya aku bisa dirawat / diadopsi oleh Budheku yaitu Kakak dari IBU ku. Dari kecil sampai sekarang aku umur 18 tahun, aku tinggal bersama IBU ku.
Semenjak itu aku jarang bertemu AYAH ku. Selang beberapa tahun AYAH ku menikah lagi. Dan aku mempunyai ibu tiri,lalu ibu tiri ku mempunyai anak dari AYAH ku.Kakak ku yang pertama ikut tinggal bersama AYAH. Setelah pernikahan itu aku sama sekali tidak bertemu AYAH ku kecuali acara ulang tahunku yang ke-7 dan saat aku kelas 6 SD. Lalu setelah beranjak SMP aku sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan ayahku,Ia tak pernah menjenguk ku,menanyakan kabarku, bahkan dulu aku merasa aku bukan lagi anaknya.
Puncak kesedihan ada saat bulan Ramadhan seperti ini. Ketika teman-temanku bahagia menyambut Ramadhan karena berkumpul dengan keluarga nya,aku justru sedih, aku tidak bisa berkumpul bersama mereka. Aku hanya bisa berdoa sebisa ku. Ketika hari Raya tiba, aku melihat teman-temanku asyik keliling rumah keluarga nya, sedangkan aku? Aku hanya berdiam diri di tempat nenek ku saja. Aku ingin mengunjungi rumah AYAH ku. Tapi apa daya aku tidak berani untuk kesana. Terkadang aku merasa tidak adil dengan semua ini, ketika yang lain bahagia bersama keluarganya sedangkan aku tidak. Setiap hari raya aku pasti menangis di kamar dan kadang aku menggerutu kenapa aku seperti ini. Tapi Tuhan selalu baik kepadaku, aku di kelilingi oleh teman teman yang selalu ada dan menghiburku, saudara,budhe,om,tante,pakdhe,nenek, yang selalu sayang kepadaku, dan seseorang yang sayang kepadaku, yang membuatku selalu semangat.
Aku mencoba tegar menjalani semua nya. Walaupun aku KAKAK dan AYAH terpisah, aku yakin pasti mereka juga merindukanku,mendoakanku. Aku selalu mendoakan AYAH IBU apapun yang terjadi. Di sisi lain pasti IBU dan KAKAK kembar ku juga pasti sedih melihat keluarga kami terpecah menjadi seperti ini. Maafkan aku IBU. Ya.. aku belum pernah bertemu IBU ku sama sekali, aku hanya menyimpan foto kecil IBU ku jaman dahulu, itu saja bisa membuatku tenang. Pengen gak sih ketemu IBU? kalau ditanya seperti itu ya sudah jelas pengen banget. Pengen meluk,cium dia, tapi apa daya semua itu hanya harapan saja. Terkadang aku bermimpi dipeluk IBU ku, bermain bersama IBU.
Dan saat ini aku sudah lulus dari SMA. Ya.. aku akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Aku berharap IBU bisa hadir di sisiku untuk menasehatiku,menuntunku aku harus masuk ke mana. Tapi semuanya mustahil, aku harus menentukan pilihanku sendiri.
AYAH IBU.. semoga kalian suka dan setuju apa yang menjadi pilihan ku saat ini.
Mungkin baru itu cerita dari aku.. alurnya berantakan banget wkwk, maklum lah aku gapernah buat cerita, lagi pengen buat aja hari ini. aku punya pesan buat teman teman
- jaga orang tua kalian selagi ada, sayangi mereka, buat mereka bahagia, nurut apa omongan nya, walaupun sering diomelin tapi itulah yang akan kalian rindukan nanti, berbahagia lah kalian yang masih mempunyai keluarga harmonis, semoga keluarga kalian selalu dalam lindungan-NYA-
Thankyou yang udah mau baca. Kalau kalian mau tanya apapun silahkan tanya aja, saya siap menjawab. SEE YOU NEXT TIME......
KLATEN, 19 MEI 2018
FITRIA IDA ROSITA 18 TAHUN